Anggita Anggarawati Pratiwi | Afiandhara Yuanika | here ....

; font-size: 20px; font-weight: bold; letter-spacing: 0.5em; padding: 15px;">
Anggita Anggarawati Pratiwi | Afiandhara Yuanika | here ....

Minggu, 30 November 2014

INDRA KITA

A.    TELINGA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpZ0JhEQJpcaSEOOFQRMhkbaRw5ko71A_RuFUA41JqLdGxDrqdjcdCtu2G5oizbqGuCcbEpFpcvy9pF1ld9x622ZM4KLOrnbtZmGM6CUWpGTe0ame-PsPfPCtkqfR8SOF4tfHHIlCYk3A/s400/telinga.jpg

1.      TELINGA LUAR :
a.       Daun telinga    : Membantu mengonsentrasi gelombang suara (vibrasi).
b.      Saluran audiotori
2.      TELINGA TENGAH :
a.       Membran Timpani : Meneruskan vibrasi ke osikel.
b.      Osikel (tulang pendengaran) terdiri dari, martil, landasan, sanggurdi : Meneruskan vibrasi/ getaran ke jendela oval.
c.       Saluran eustachius : Menyeimbangkan tekanan udara antara telinga tengah dengan lingkungannya.
3.      TELINGA DALAM
a.       Jendela Oval : Penghubung telinga tengah dengan telinga dalam.
b.      Jendela Melingkar : Sebagai reseptor suara.
c.       Koklea (rumah siput) : Sebagai reseptor untuk gerakan kepala.
d.      Saluran semisirkuler dan utrikulus : Sebagai reseptor gravitasi.
e.       Membran basiler : Meneruskan vibrasi
f.       Organ Korti : Tempat terdapatnya sel reseptor suara terbentuk rambut.
g.      Membran tektorial : Meneruskan vibrasi ke organ korti.

B.     MATA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi39KcYZC4s8dngH1aDE4JoniW9vO5jqtCv5BynXMwk_hLSLE46Dpry8dsMJ3TXl6hZxgLzYZgtEuGM3m4gpKxxX0AXKk2lBTN4z_7gFwVip1sOIDvDr0XC7OmX9hbvpv1LjPR_-kMSwjU/s1600/maaa.bmp
1.      Sklera : Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata.
2.      Otot-otot : Otot-otot yang melekat pada mata :
a. muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atas.
b. muskulus rektus inferior : mengerakan mata ke bawah.
3.      Kornea : memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya.
4.      Badan Siliaris : Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa. untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan aqueus humor.
5.      Iris : Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung pigmen.
6.      Lensa : Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa.
7.      Bintik kuning (Fovea) : Bagian retina yang mengandung sel kerucut.
8.      Bintik buta : Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata.
9.      Vitreous humor : Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata.
10.  Aquous humor : Menjaga bentuk kantong bola mata.
C.    KULIT

http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-10c.jpg
1.      Stratum Germinativum : Membentuk lapisan di sebelah atasnya. Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
2.      Stratum Granulosum : Berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
3.      Stratum Lusidum : lapisan yang transparan.
4.      Stratum Korneum : lapisan terluar yang disebut lapisan tanduk.
5.      Ujung saraf Pacini : reseptor tekanan kuat.
6.      Ujung saraf Bebas : reseptor peraba.
7.      Ujung saraf ruffini : reseptor panas.
8.      Ujung saraf Krause : reseptor perasa dingin.
9.      Korpuskula Meissener : reseptor peraba yang peka pada sentuhan.
10.  Lempeng Merkel : reseptor sentuhan dan tekanan ringan.

11.  Ujung saraf tanpa selaput : reseptor nyeri.

0 komentar:

Posting Komentar