A.
TELINGA
1.
TELINGA LUAR :
a.
Daun telinga : Membantu mengonsentrasi gelombang suara
(vibrasi).
b.
Saluran audiotori
2.
TELINGA TENGAH :
a.
Membran Timpani :
Meneruskan vibrasi ke osikel.
b.
Osikel (tulang
pendengaran) terdiri dari, martil, landasan, sanggurdi : Meneruskan vibrasi/
getaran ke jendela oval.
c.
Saluran eustachius
: Menyeimbangkan tekanan udara antara telinga tengah dengan lingkungannya.
3.
TELINGA DALAM
a.
Jendela Oval :
Penghubung telinga tengah dengan telinga dalam.
b.
Jendela Melingkar :
Sebagai reseptor suara.
c.
Koklea (rumah
siput) : Sebagai reseptor untuk gerakan kepala.
d.
Saluran
semisirkuler dan utrikulus : Sebagai reseptor gravitasi.
e.
Membran basiler :
Meneruskan vibrasi
f.
Organ Korti :
Tempat terdapatnya sel reseptor suara terbentuk rambut.
g.
Membran tektorial :
Meneruskan vibrasi ke organ korti.
B.
MATA

1. Sklera : Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan
menjadi tempat melekatnya bola mata.
2. Otot-otot : Otot-otot yang melekat pada mata :
a. muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atas.
b. muskulus rektus inferior : mengerakan mata ke bawah.
a. muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atas.
b. muskulus rektus inferior : mengerakan mata ke bawah.
3. Kornea : memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan
cahaya.
4. Badan Siliaris : Menyokong lensa dan mengandung otot yang
memungkinkan lensa. untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk
mengsekreskan aqueus humor.
5. Iris : Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui
pupil, mengandung pigmen.
6. Lensa : Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk
lensa.
7. Bintik kuning (Fovea) : Bagian retina yang mengandung sel kerucut.
8. Bintik buta : Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam
bola mata.
9. Vitreous humor : Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata.
10. Aquous humor : Menjaga bentuk kantong bola mata.
C.
KULIT

1. Stratum Germinativum : Membentuk
lapisan di sebelah atasnya. Stratum
germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar
keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang
membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut
saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada
waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak.
Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan
untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
2. Stratum Granulosum : Berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras
dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan
pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna
kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
3. Stratum Lusidum : lapisan yang transparan.
4. Stratum Korneum : lapisan terluar yang disebut lapisan tanduk.
5. Ujung saraf Pacini : reseptor
tekanan kuat.
6. Ujung saraf Bebas : reseptor
peraba.
7. Ujung saraf ruffini : reseptor
panas.
8. Ujung saraf Krause : reseptor
perasa dingin.
9. Korpuskula Meissener : reseptor
peraba yang peka pada sentuhan.
10. Lempeng Merkel : reseptor
sentuhan dan tekanan ringan.
11. Ujung saraf tanpa selaput :
reseptor nyeri.







0 komentar:
Posting Komentar